in silence

Blue evening —

Deep in the heartless cold.

A white rose is withering

When the storm broke my wing.

 

Who are thee?

Dare to touch pain in my free.

 

This starry night

Slices the joy of my hope.

The eclipse blinds my light —

Till no fire stands my feet.

 

Who are thee?

Come in sudden, give me this boxes of glee.

 

In silence thee hear me,

In silence thee teach me,

In silence I love thee.

 

Iklan

Kenapa harus ukhuwah? (Serial 4A part two)

dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS. 8:63)

 

وَإِنْ يُرِيدُوا أَنْ يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ اللَّهُ هُوَ الَّذِي أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ (62) وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (63)

 

Bila kaum Yahudi dan kaum Musyrikin itu hanya hendak menipu atau hendak menunggu-nunggu kesempatan untuk menyerang dengan adanya perdamaian, maka Allah memberikan jaminan kepada Nabi Muhammad saw. bahwa hal itu tidak akan membahayakan kaum Muslimin. Cukuplah Allah (sebagai pelindung), Allah senantiasa melindungi Rasul-Nya dan melindungi Umat Islam dan akan memberikan kemenangan kepada mereka bila musuh-musuh itu menyerang lagi. Allah telah memperkuat kedudukan Rasul-Nya dengan pertolongan yang diberikan-Nya kepada kaum Muslimin di masa-masa yang lalu seperti yang terjadi pada perang Badar di mana kaum Muslimin dalam keadaan lemah dan sedikit jumlahnya. Mereka dapat mengalahkan kaum Musyrikin yang berlipat ganda dan lengkap persenjataannya. Allah telah mempersatukan hati kaum Muslimin sehingga mereka hidup rukun dan damai sehingga cinta-mencintai dan saling tolong-menolong merupakan satu kesatuan yang tak terpecahkan padahal mereka sebelumnya adalah hidup bergolong-golongan dan bermusuhan antara satu golongan dengan golongan yang lain. Mereka pada mulanya terdiri dari kaum Muslimin yang datang ke Madinah dan kaum Ansar penduduk Madinah yang menyambut kedatangan kaum Muslimin itu. Kaum Ansar sendiri dahulunya terpecah belah terdiri dari suku Aus dan Khazraj. Antara kedua suku ini senantiasa terjadi permusuhan dan peperangan. Tetapi dengan kehendak Allah mereka semuanya menjadi umat yang bersatu di bawah panji-panji iman, bersedia mengorbankan harta dan jiwa untuk menegakkan kalimat Allah. Ini adalah satu karunia dari Allah yang tidak ternilai harganya yang tidak dapat dicapai walaupun dengan mengorbankan semua harta dan kekayaan. Kesatuan hati, kesatuan tekad dan kesatuan cita-cita dan ideologi adalah hal yang amat penting dan berharga untuk mencapai satu cita-cita. Inilah karunia Allah yang telah dimiliki oleh kaum Muslimin di masa itu. Karena pentingnya karunia itu dan amat tinggi nilainya Allah mengingatkan mereka supaya selalu mengingat-Nya dengan firman-Nya:

 

وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ

Artinya: Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu lalu jadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara. (Q.S Ali Imran: 103)

 

Maka dengan pertolongan Allah dan persatuan kaum Muslimin serta rasa cinta, kasih sayang yang terjalin antara sesama mereka, betapa pun kesulitan dan bagaimana pun besar bahaya yang akan menimpa tentu akan dapat ditanggulangi dan diatasi. Allah memperingatkan pula dalam ayat ini bagaimana tingginya nilai persatuan itu sehingga bila Nabi Muhammad sendiri menghabiskan semua kekayaan yang ada di bumi untuk mencapainya pasti dia tidak akan berhasil. Tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka dengan iman yang kuat dan rasa kasih sayang yang tinggi. Ini adalah satu tanda bahwa Dia meridai kaum Muslimin dan merestui perjuangan mereka dan tak usahlah mereka merasa khawatir sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

Asy-syifa, 25 oktober 2010

16:58

 

Ketika mbaco tafsir al-anfal:63 dan ali imron:103, one chan semakin yakin bahwa dasar ukhuwah itu keimanan. Perang saudara di sebuah keluarga di sekitar one chan memang lah wajar amen nak segera diselesaike. One chan teringat pembahasan panjang bareng Isupury san, Kimiya asy-syifa, mb kotoko suriken senpai, mb eve senpai, mb dheen senpai, mb priscie senpai dan berbagai pihak terkait urusan ukhuwah di berbagai kondisi. Panjang urusannyo cz ni masalah iman.

 

***

 

The salimers, Hari ini

 

UTS pertamo di semester 7. Farmasi sosial. Seharian tadi one chan belajar bareng kimiya di salima. Alhamdulillah, ternyata open book. Makin paham ketika ujian. Syukron sensei. Inilah jalan Kimiya dan One chan. FARMASI.

 

Sepagian tadi Arkan keliatan khusyuk menekuri bahan ujian statistiknyo. Isupury jugo. STATISTIK.

 

Mb priscie senpai pagi2 lah masak. kuliah profesi jam 8. Pujaria hamasah jam 7 lah ngilang. Mb kotoko suriken senpai masih di jakarta.

 

Asyaro sudah jadi sarana silaturahim dengan berbagai org di berbagai belahan bumi. mb eve senpai, mb kotoko suriken, oza chan,..

 

Adhiyyat lah menjejak bumi dari pagi. Nganterke kak Neneng senpai ke Santika.

 

A-data dan Aswaad pagi2 lah dipake utk convert file.

 

***

 

Kini senja jelang maghrib One chan masih di asy-syifa bareng teh Ndah chan dan Hani’ah chan mendengar cerita Faniya chan yang baru sampe di jogja dari perjalanan jauh kemaren ahad pagi. Faniya chan banyak menuai protes cz oleh2nyo “pulang dengan selamat”. memang aneh budak2 jaman sekarang. Mada’i kance balek ngatek oleh2 malah ribut. Bukannyo besyukur kancenyo lah pacak ditemui lagi…

 

One chan pun teringat pada obrolan kemaren tentang someone yg lah dirindukan JS-ian dan SKI-ers…

 

***

 

“kato senpai, plan C tu dak nyelesaike masalah”

“nah, yo cak mano? qt nak pake plan yg mano?”

“jelas lah, plan A dulu.”

“ok, kpn?”

“secepatnyo ne”

“ngganggu UTS qt bae..”

“nak cak mano lagi. ngomong lah”

“sip!”

 

bersambung…

Menuju Polan (K2S part three)

by Yonea Bakla on Thursday, September 23, 2010 at 7:08pm

Lempuyangan penuh dg motor&mobil yg nunggui orang yang dijemput sampe. One chan belum njingok Zahro. Jalan d dpn stasiun lempuyangan macet. Dengan sigap one chan nyebrangke ‘adhiyyat biar agek pas Zahro datang biso langsung jalan.

Dak lamo, wajah lesu tapi tetep penuh senyum itu muncul nembus kerumunan orang d dpn stasiun. Zahro langsung ngampiri One chan.

“dak kuliah mb?”

“kan sabtu., mano ado kuliah.. Eh nyebrang dulu. Minal ‘aidin yo..”

“samo2 mb..”

“nih, helm-nya”

Cukup Kimiya yg jd korban nekat One chan.

“kapan masuk mb? rajin nian mb ne lah d jogja”

“tgl 20. Yo banyak tanggungan dek”

 

‘Adhiyyat melesat nyusuri jalan lempuyangan truz muteri setengah kridosono truz menuju utara lewat Gramedia. Lah agak siang yo lah ado polisi. Idak cak tadi pagi pas one chan njemput kimiya. Emang rezeki Kimiya biso ngelewati perempatan tanpa perlu turun dulu cak biasonyo. Semoga one chan dak lupo lagi bawa helm extra klw ngojek.

***

“mb ken, tlg anterke ke janti.”

“ai ne, aq ni dak ke mano2 soalnyo kakiku sakit.”

“iyo e. Lupo., maap mb”

“sup, tlg anterke ke janti e, kau tau dewek aq dak diboleh mbawa ‘adhiyyat k klaten. MbahQ ni khawatiran nian”

“yo, tapi bungkuske dulu ini”

“yaelah, bungkuslah dewek”

“ayolah one chan, aq dak pacak. Bentuknyo cak ini”

“iyolah., ambekkelah isolasi. Ai kau ni sup.. lah jam 2 ni. Gek kesorean aq.”

cuma dalam bbrp detik, kado lah tebungkus.

“ayo qt antar ke kosan mb icha!”

“oy, kau nganter aq k janti dulu.”

“k pogung dulu ne.. Dengat bae”

“yo lah, yg penting nyampe aq ni.”

“pamit ya mb ken, assalamu’alaikum..”

“wa’alaikum salam. Ati2 yo ne”

“yo mb”

***

 

Siang2 cak ini, bis jogja-solo penuh. Untung masih ado kursi kosong. One chan mulai pusing. Ini lah alasannyo dak galak naek bis. Mano ngebut, panas, penuh lagi. Tapi nak cak mano lagi.

***

 

One chan bener2 kecapekan caknyo. Semalem begadang. Sepagian ngojek, nyuci – nggosok. Dio ketidukan sampe tau2 lah nyampe delanggu utara. Masya allah, polan lah kelewatan! Masih setengah sadar dio tegak. Bergerak k arah pintu bis.

“pak, berenti d depan yo”

 

one chan jadi mikir: “Nak naek apo k polan? Angkot jam mak ini ngatek lagi, mano ado ojek d daerah ini”

 

nah, ado warung d dpn. Nanyo ah..

 

“wah, jauh kelewatan mb.. Angkot dan ojek ndak lewat sini”

“ywdh, sy coba nelpon paklek dulu ya bu”

 

one chan langsung mengeluarkan Asyaro.

“yal, bapak mana?”

“d t4 pakde bambang mb”

“ywdh, mb ne maek ojek aj”

 

“paklek lagi keluar e bu. Ojek sebelah mana y bu”

“klw sm bapak ini mau g?”, kata beliau menunjuk suaminya, “skalian bapak mau k sawah, tapi kotor e..”

“wah, ngerepotin.. G p p pak?”

“y klw mbnya mau”

“ywdh g p p”

 

bismillah.,

***

 

“sy sehari-hari y nyawah mb”

“sawah sendiri pak?”

“iya”

 

one chan memandangi hamparan sawah menghijau.

Delanggu memang daerah penghasil beras d jawa tengah.

 

“wah udah perlimaan gayam”, one chan bergumam

 

“mb’e mesti deg2an y sy bonceng?”

“biasa aja pak”

“tenang mb, sy ini org jujur. Klw ojek mesti dimahal-mahalin. Ntar klw d tanya bilang aja dianter ojek yg punya sawah.”

“hehe, iya pak”

“nah itu udah kecamatan”

“ini kemana mb?”

“lurus aja pak”

“wah, deket rumah temen saya ini”

“sinten pak?”

“pak man, itu lo sing kenek”

“wah g tau pak”

 

janur kuning melengkung d depan gapura masuk desa polan.

“sini aj pak, sy belok kanan, tapi lg ada nikahan..”

“pinten pak?”

“sepuluh ewu wae”

“matur suwun njih pak”

 

alhamdulillah.. Akhirnya nyampe d rumah mbah. Alunan gamelan terdengar dg jelas dari arah rumah pakde bambang. Acara nerimo tamu d rumah. Akad sudah tadi pagi.

 

Bersambung…

 

Welcome Home (K2S part two)

by Yonea Bakla on Thursday, September 23, 2010 at 7:07pm

Asyaro masih dalam kondisi dicas ketika one chan slsy sholat subuh. 4 messages: dari kimiya dan zahro.

“ne, udh nyampe wates, 15 mnt lg nyampe tugu”

“ba’da subuh jgn tidur lg y :D”

“mb ne, aq klewatan sampe solo, ni nyari kereta k jogja”

“mngkin nyampe stngh 7, gmn?”

One chan cuma njawab: “y i.a”

One chan ngeletakke Asyaro dan ngerapike kamar, terutama bagian Kimiya.

 

Asyaro bunyi lagi.

Dari kimiya.

“ne, q dh nyampe tugu”

One chan cuma mbalas, “ok, otw. Tunggu d gerbang y”

 

one chan segere ngambek helm dan kunci ‘Adhiyyat.

“Poo, q jemput Kimiya”

Poo yg lg nge-net cuma ngangguk2 bae sambil nyanyi lagunyo Izzis.

 

Jalan masih sepi. One chan lewat apotek Gadjah Mada, truz belok kiri k perempatan Mirota. Biasonyo lurus lewat jetis, tapi sepagi ni mesti Kranggan rame.

 

Lampu merah sepi. Dak lamo lampunyo lah ijo. One chan kekanan, lewat terban. Mesti lewat pertigoan dkt Mc D. Lampu merah lg. Cuma ado sikok sepeda d space ijo ‘ruang tunggu sepeda persembahan dari Polygon’.

 

Dak lamo lampu lah ijo lagi. One chan langsung belok kanan menuju tugu. Katonyo tugu tu letaknyo pas nian ditengah2 jogja. Entahlah bener apo idak, one chan lum pernah ngukur.

 

Gerbang Stasiun tugu lah rame. Banyak becak. One chan ngeliat Kimiya lg ngobrol sm bapak2. Caknyo ditawari utk naek becak. Pas nian one chan datang.

“mesti ini temannya. Wah jauh banget. Ni platnya depannya ditambahin A, biar jadi AB”

one chan dan kimiya cuma biso ketawo geli bae nganengnyo.

 

“helm-nyo mano ne?”

“ai, lupo aq, ywdh dak papo, masih pagi katek polisi”

***

 

“assalamu’alaikum,.”

“welcome home mb Kimiya Asy-syifa.,”

Pujaria Hamasah langsung menghampiri presiden salima itu.

 

One chan masih ado sikok tanggungan lagi. Zahro!

 

“lah nyampe mano? Lah dapet kereta kan?”

“iyo mb, lah dapet, ni msh d solo”

 

“eh, isupury san blm nyampe yo? Katonyo semalem dr kediri”

“entahlah e,,”

 

Dak lamo sudah itu teaneng suare Isupury

“assalamu’alaikum.,”

 

SalimeRs langsung heboh.

“lah awakmu koq nambah bunder sup?”, mb Kotoko suriken dak pacak nahan heran

“iyo mb ken, bar iki aq arep diet” isupury membela diri.

 

“wah, seneng yo klw pagi2 ni dah kumpul., ayo syuro’..!! “, poo langsung semangat

“eh, nunggu arkan dulu..”,

“emang kapan arkan ke jogja?”

“katanya ahad malem”

“ywdh syuro’nya senin malem aja”

“ayo, bayar kas”

“ayo, bayar speedy.,”

“wah, uangQ langsung habis”

Dan kehebohan salimers pagi itu berganti dengan pengumpulan uang sukarela.

 

One chan menghampiri Asyaro. Ada sms dari Zahro.

“mb, aq dh nyampe lempuyangan.”

“ok, otw..”

 

bersambung…

 

Kance2 Setia (part one) pengenalan tokoh

by Yonea Bakla on Friday, September 17, 2010 at 11:37pm

Sebelumnya bagi para pembaca yg belum mengenal tokoh2 yg sy cantumkan di cerita ini, silahkan menebaknya., bahasa yg digunakan adalah bahasa campuran asli baturaja,. semoga pembaca tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti alur ceritanya.,

selamat membaca!

TOKOH UTAMA

# ‘Adhiyyat,

ni umurnyo yg paling tuo., kelahiran 96!!!

jd, ngadepinyo hrs sabar,.

wlw keliatan lah sekarat & pantas dipensiunkan, tp msh bs diajak keliling jogja_magelang_klaten., tanyolah sm yg punyo, lah dari ujung ke ujung., rencananyo kpn2 nak diajak keliling solo.,

moga2 baik2 bae sampe perawatan berikutnya di ahass ***** jl. monjali.,

# Aswaad,

sebenernyo dio ni baek, behari-hari dipake dak rusak2., tahan nian.,

tapi hrs segera di-install ulang sebelum virus merajalela (sungguh dibutuhkan donatur! salimers mw sumbangan???)

# AsyaRo,

fasilitas multimedia lumayan lengkap: camera, radio, video, mp3 media player,voice recorder

komunikasi lancar dg sms, mms, gprs, web, wi-fi, opera mini

games biso ngasah otak & melatih kesabaran: sudoku, block’d, bounce tales, diamond rush

aplikasi: calculator, to do list, notes, countdown timer, stopwatch.

micro SD memory card sebelumnyo kapasitasnyo cuma 1 GB,. tapi alhamdulillah kemaren lah di-upgrade jd 4 GB,,.

PERINGATAN; rajin2lah nge-cas atw bawalah charger kemana saja., soalnyo ke depan akan banyak bermanfaat.,

NB; camera AsyaRo cuma 2.0 mega pixels kiro2 bs di-upgrade dak e???, amen dak pacak, y sdh., berarti dibeneri dulu LCD kameranyo di ***** care center biar fotonyo ngatek garis tengahnyo.

# mp3,

lah 2 tahun ni jadi kance nganengkan musik, sbg mp3 player & radio, ngerekam klw kuliah, syuro’ & kajian., pokoknyo sip nian.,

wlw cuma 1 GB, tapi fungsinyo sbg voice recorder tak tergantikan oleh AsyaRo,. caknyo kedepan mp3 akan berubah namo jd recorder., liat lah dio akan jd pengangguran., paling dak sampe ado headset baru.,

# Camera digital (camdig),

caknyo untuk sementaro ni dak akan keluar, katonyo karno lah ado Asyaro, urung dulu rencana beli camdig *save d money for d lepy.,

BINTANG TAMU

salimers & penghuni (tidak) tetap salime –> siap2 akan tampil.,

bersambung.,.

Aksi 20 oktober (Serial 4A – Part one)

“Besok ado aksi yo mb?” tanyo Yuni chan.

“Dak tau dek”, One chan dak update nian.

“Ado yun”,  Kimiya yang njawab.

***

“Nta, A-Data lah kau ambek dari loker S-E?”

“wah, belum ne… afwan, kemaren dak sempat. Gek q ambekke, nak q anterke ke mano?”

“amen sebelum, dzuhur berarti ke farmasi, amen diatas jam13, kau ke mardliyyah bae. Abis kuliah aku nak ke kantor pos, ngirimke legalisir ijazah mb eve senpai.”

“oke, oke…”

***

“Ne, kau nak melok dak?”

“lagi masa recovery mi. Laen kali bae insya allah”

“yo sudah. Aq pegi e…”

“sip, ati2.”

One chan memandang kepergian Kimiya sambil menghela nafas dalam.

***

12:05

One chan ngecek Asyaro di tas. Ado sms. Dari Kimiya.

Ne, kulnyo lah sudah lum? Ttg apo? Diskusi y?

Barusan sudah. Diskusi jurnal kelompok genap mi., balas one chan sambil bejalan ke Asy-Syifa. Hmm, mirip namo belakang Kimiya.

Eh, dari lapangan basket Kimiya keliatan lah di Asy-Syifa.

“He he, baru q balas. Koq lah slsy mi?”

“Aq duluan, dari jam11 tadi. Pusing. Padahal tadi aq jadi P3K, malah aq yg pusing. Q tinggalke barisan. Kotak P3K q titipke Silmy”

“Sekar jadi melok?”

“idak”

“Q sholat dulu e. Nak k kantor pos”

“yo”

***

12:19

Adhiyyat meluncur menyusuri jalan pancasila terus ke selatan. Melewati bunderan , Panti rapih, PP Muhammadiyah, Dr. YAP, BRI, BSM, UII, Gramedia, Kompas, Telkom, Kridosono,..

Harusnyo lewat Abu Bakar Ali, Adhiyyat malah belok ke Lempuyangan. Bukan ke stasiun, tapi lurus ke Tukangan. Kali code lah lumayan bersih. One chan ngambek kiri. Brigjend Katamso. Progo makin rame bae. Jalan makin padat bae. Jogja dah panas. Debu samo asap kendaraan makin banyak. Dak keruan lagi kemano jogja kota pelajar yang asri tu. Sedeh nian e caknyo. Ayah one chan beruntung sempat ngerasoke “jogja berhati nyaman” dalam arti yang sebenarnyo.

Perjalanan Adhiyyat dak berenti di sano. Suryatmajan lah lewat. Perempatan ke Paris udah dekat. Eh, koq suripto ditutup. Polisi semena-mena nian. Mada’i mesti muter balik lewat jalan mataram?

Ywdh, lurus bae, trus belok kanan ke ibu kamto. Lurus terus. Lho, koq masuk benteng keratin? Koq alun-alun selatan. Masya allah… nyasar dak keruan ni… Beguyur bae lah.

Di ujung sano, ado tando jalan alternative sepeda ke brigjend katamso.

Bismillah… aq lah ditunggu ya allah…

***

12:55

Alhamdulillah, nyampe jugo ke kantor pos besar.

One chan langsung ke arah loket 07. Paket kilat khusus. Transaksi super ngebut. Serah terimo amplop berisi legalisir ijazah mb Eve senpai dari One chan ke mb penjago loket.

“nyampenyo kiro2 kapan mb?”

“Besok.”

“Pagi?”

“Siang.”

Belum selesai, tapi One chan harus segera minggir. Antrian lah panjang. Momen yang sungguh singkat untuk ditempuh dengan perjalanan panjang tadi. Butuh 15 menit untuk ke agenda selanjutnyo. Semoga dak macet. One chan cuma biso ngeliat dan nganengke aksi yang masih berlanjut oleh rekan yang make jas biru di perempatan kantor pos besar yang dak pernah sepi.

***

13:16

Parkiran lumayan penuh. Ado motor Amie chan, mb Candra senpai, dan beberapa motor yang dak familiar. Ado sikok akhwat yang baru turun dari motornyo. Uswah.

One chan melok’i Uswah ke selatan. Lah ado Maryam dan Amie chan. Pak Michie di depan. Belum mulai.

One chan ngecek asyaro. Ado sms. Dari Kimiya.

Ne, lah di basecamp? Q d sa5 nih, boleh nebeng dak?

Q lg ado agenda mi. gek aq nyusul.

***

14:15

“afwan, aq pamit duluan, ado acara lain. Hasilnyo diserahkan samo forum bae. Aq melok insya allah”

“ado usul mas’ulnya sapo?”

“ditentuke forum bae. Afwan. Assalamu’alaikum.”

***

Ba’da ashar.

Forum yang harusnyo dirutinkan kali ini dibatalkan. One chan Cuma biso geleng2+narik nafas dalam lagi. Kesel nian sebenarnyo, tapi nak diapoke lagi? Memang perlu dibenahi lagi prioritas adek2nyo tu. One chan jugo harus lebih tegas.

Abis nganter Kimiya, One chan melarike Adhiyyat ke TAM Motor. Perawatan rutin: ganti oli+nambah banyu aki. Biasonyo paket servis lengkap. Tapi kali ini dak perlu. Kemaren lah diurus sofi samo imma, entah diapoke budak2 tu. Oiyo, perlu setting spion kiri samo pasang karet injak’an kaki kanan kiri, campak di jalan galo.. ckckck…

Eh, ado Niky chan. Budak Lahat. Ngobrol lah mereka. Lamo dak ketemu.

“oy, darimano dek?”

“kampus yuk.”

“tumben kosong. Katek syuro’ Madani?”

“memangnyo dak boleh kosong? Katek, idak nak syuro’ tiap hari yuk.”

“yo dak boleh kosong lah”

“cucian lah nunggu yuk, kemaren abis UG. Pening aku ngurusi konsumsi muter2 dak keruan gawean”

“Baguslah…”

“oy, saro yuk…”

“mending dek…, daripada acara…”

“iyo sih…”

“paling enak jadi PDD tu lah yo ky?”

“iyo yuk, idak mikir…”

“yang penting tu nyalurke hobi qt ni…”

“iyo jugo yuk..”

“Gek dulu e…” One chan nelpon Nta chan. Nak nge-ruan-ke A-data.

“ assalamu’alaikum…”

“wa’alaikumsalam…”

“Nta, di mano?”

“d js”

“masih lamo?”

“iyo, ngerekap”

“A-Data cakmano?”

“ni baru nak q jemput”

“ai kau ni..”

“aq baru nyampe js ni lah one…”

“yo, gek q ampiri amen kau masih lamo, aq lagi di bengkel. Perawatan.”

“ha… perawatan?”

“iyo. Biaso bae Nta… masih lamo dak di js?”

“iyo, masih lamo”

“ywdh, assalamu’alaikum…”

“wa’alaikumsalam…”

Niky chan masih di TAM Motor.

“aq duluan yuk e? nak nyuci.”

“yo.”

Niky chan pun berlalu bersama Jupiter oren-nya.

***

One chan nunggu sambil ngobrol samo bapak2 bengkelnyo. Mulai dari perawatan motor, ganti oli, busi, jakal, UGM, Jogja, sampe ke Sendowo – Blimbing sari…

“Udah mb.”

Perawatan Adhiyyat lah sudah. Dak teraso.

Sesempit apo pun waktu & duit. One chan harus merelakannyo untuk perawatan Adhiyyat. Tando bersyukur. Males nian amen Adhiyyat diganti shogun biru… apolagi dast biru… mending vespa biru… lokak ribut ayahnyo… hehe…

***

Maskam rame. Parkir JS dipenuhi motor, sepeda, ado jugo mobil sih. One chan ke segi 8. Nta Shalihah lagi nyusup di diskusi internal MC.

Bersambung…

Beneri galo dak e? (K2S part four)

(stlh sekian lama, serial K2S akhirnya lanjut lagi, pengennyo ke depan dilanjutke di blog the salima sih, tp khusus episode ini ado d FB jugo…)

Aswaad

“Lihat Aswaad-Q,

Penuh dengan virus.

Ada yg lokal & ada yg import..

setiap hari bertambah semua..

Lokal & import semua mengerikan!”

koq folder A-Data jadi shortcut galo?

***

AsyaRo

Sekber, ba’da ashar

“koq mati dewek mb?”

“paling baterenyo abis rin..”

Hierin lum slsy njingok foto2 d kali kuning tadi.

Wajar nian amen AsyaRo syahid, dipake terus. pas di jalan, One chan ndengeri Murottal Mathrud Al-Anfal, At-Taubah, Luqman, sampe Tasharo, Gigi, dll. Total hampir 1,5 jam bolak balik Farmasi_Kali kuning dipake nonstop. Belum lagi selamo disano, One chan jadi Penjaga Pos 1 merangkap Fotografer.

Salima, Ba’da Maghrib

One chan cuma biso diem. AsyaRo dak galak idup. Indikator batere ngisi jugo katek. yo sudahlah. Nasib kau ngapo sedeh cak ini AsyaRo?

***

Adhiyyat

06:50

Lho, koq dak biso idup?

One chan nak Rapat KKL jam 7..

sudahlah, tinggalke bae…

biar seharian Adhiyyat biso be-jemur, kemaren kan lah ke-ujanan..

15:25

Lah be-jemur seharian, masih dak galak idup jugo???masya allah…

“Kenapa ne?” Noviah yg nak pegi ke BEM KM heran.

“Ngambek vi. Keujanan kemaren sore. Bentar ya..”

One chan lari ke bengkel pak Supri.

alhamdulillah.. BUKA..

“Dari mana?”

“Liat bengkel”

“Buka?”

“Yupz”

“Pamit ya ne, Assalamu’alaikum…”

“Wa’alaikumsalam…”

Pemandangan yg dramatis. One chan ndorong Adhiyyat.

***

AsyaRo

Jl. Pangeran Mangkubumi, Ba’da Ashar

Antrian A 107.

“HP mb masih garansi, qt cek dulu. Klw jatuh, atau kena virus atau bla bla bla… berarti garansi tidak berlaku”

***

Adhiyyat

“Mb, motor kau ni ngapo?” Oza yg minta jemput di Toga Mas Jln. Solo ngeraso ado yg aneh.

“kemaren tu karburatornyo penuh banyu galo. Jadi dak biso idup. Setelan gasnyo ke-besak-an”

“benerilah mb”

“yo, lum sempat”

“gek aq bae ngomong samo ayah, biar shogun dikirim ke jogja”

“ngapoi dikirim? aq make ini bae”

“ngeri aq naeknyo ni. Cak nak lepas rodanyo.”

“oy, bialah. Masih tuolah mobil itu dari motorQ ni.” One chan nunjuk mobil Carry Merah yg baru nyalip.

“ke ketep masih kuat, tanjak’an setinggi itu masih pacak dy naek. kau kiro, aq Keliling jogja ni naek apo? ke Gunung Kidul, jalan ulo cak itu,”

Lum tau Oza, amen dak keren motor ni, dak ke pacak keliling Malioboro, Jogja Kota, Bantul yg jalannyo se-rame itu, Kulon Progo sejauh itu, Kaliurang, Kali kuning, kali adem, bahkan magelang dari kabupaten sampe hampir kota, Prambanan bolak balik, Klaten kota, Bayat, Delanggu, Polan Harjo. Sudah galo.

Emang sih, butuh perawatan ekstra rajin utk biso tetep ngajak Adhiyyat jalan sejauh itu.

Jadi inget, sejak lebaran Adhiyyat ni lum sempat perawatan…

Nak pake duit mano?

***

Aswaad

Eh, smadav ado yg versi 8.3… Coba install di Aswaad…

dak biso!

ywdh, scanning system bae dulu lah sementaro…

kapan e di bawa k servis komputer???

***

“Mb ne, aq beli speaker baru. Gek pinjem kompy e? Kompy dini lg d menara”

“ok”

***

Jelang maghrib

“Mb, tu kompy-nya nak dimatike?”

“Belum”

“numpang nyoba speaker e?”

“Yo”

***

Esoknya, Jelang Isya’

“Kan, pinjem speaker e?”

“yo mb”

“Lho, koq ujungnyo putih?”

“Tadi dicabut”

“Wah, dak pacak dipake lagi ni, ganti ujungnyo”

“di mano?”

“Beli di t4 alat2 listrik”

***

“Gimana bai’at-nya pri?”

“Hmm…”

“Dehidrasi”

“Wah, hampir habis mi…”

“Atw beli angkringan aja y?”

“sip pri.., q belum dinner”

“temenin, mada’i jam cak ni aq dewek’an?”

“yuk”

***

bersambung…